Bandung Barat – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memperingati Hari Otonomi Daerah di Lapangan Plaza Mekarsar. Peringatan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1996 tentang Hari Otonomi Daerah serta Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.7/1274/OTDA tertanggal 17 April 2026.
Sebagai Pembina upacara Wakil Bupati KBB Asep Ismail, yang dihadiri seluruh ASN Pemda KBB, dan unsur Forkopimda.

Melalui kesempatan tersebut, pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat komitmen dalam menjalankan otonomi daerah secara optimal, khususnya dalam meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan berbasis potensi lokal.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, H Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat penting bagi seluruh daerah untuk terus memaksimalkan kewenangan yang telah diberikan oleh pemerintah pusat.
“Yang pasti, dengan peringatan ini sekaligus mengingatkan pada kita ya, yang ada di daerah-daerah, bahwa otonomi daerah itu harus optimal kita laksanakan dalam hal mengatur, mengurus sendiri pemerintahan sesuai dengan perundang undangan yang berlaku,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama kurang lebih 30 tahun pelaksanaan otonomi daerah, setiap daerah memiliki kesempatan luas untuk berkembang sesuai dengan karakteristik dan potensi masing-masing. Oleh karena itu, diperlukan upaya serius dari seluruh pihak untuk menggali dan mengelola potensi tersebut secara maksimal.
“Karena sudah cukup lama, 30 tahun kita diberikan otonomi daerah, tinggal bagaimana kita mengeksplor seluruh potensi yang kita miliki di daerah kita masing-masing seperti mengelola sumber daya alamya, membuat kebijakan sampai mengembangkan potensi daerah seperti itu, Insyaallah,” katanya.

Lebih lanjut, Mahdi menilai bahwa optimalisasi potensi daerah menjadi faktor utama dalam mewujudkan kemandirian daerah. Dengan pengelolaan yang tepat, berbagai sektor unggulan di daerah diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau kita bisa mengeksplor semua potensi yang ada di daerah kita, Insyaallah, seperti yang pernah saya sampaikan, saya optimis menjadi kabupaten bandung barat mandiri itu bisa kita penuhi, Insyaallah,” tutupnya.

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Tahun 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum evaluasi bagi pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan inovasi pelayanan publik, serta mendorong percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Selain itu, kejasama antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam memastikan implementasi otonomi daerah berjalan efektif, sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar mampu menjawab kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.