Komisi IV DPRD KBB Dorong Puskesmas Cipeundeuy Jadi Puskesmas Rawat Inap

Bandung Barat – Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan pengawasan ke Puskesmas Cipeundeuy. Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV menyoroti kebutuhan pembangunan fasilitas rawat inap sebagai bagian dari rencana peningkatan status Puskesmas Cipeundeuy menjadi Puskesmas DTP (Daerah Terpencil dan Perbatasan) yang dilengkapi layanan rawat inap.

Ketua Komisi IV DPRD KBB, Nur Djulaeha, mengatakan kebutuhan ruang rawat inap di Puskesmas Cipeundeuy sudah sangat jelas dan menjadi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, sejumlah persyaratan dasar untuk pembangunan juga telah mencukupi.

“Kalau pada saat kita melakukan pengawasan tadi, ini kan sudah jelas ya kebutuhan untuk ruang rawat inap, yang memang sebetulnya secara kebutuhan ruang itu memang dibutuhkan. Dan itu sudah ada tanahnya, sudah bersertifikat, dan sudah ada DED-nya, sudah dilaksanakan,” kata Nur Djulaeha.

Ia menegaskan Komisi IV DPRD KBB akan mendorong realisasi pembangunan tersebut melalui pembahasan di tingkat komisi maupun dalam pembahasan anggaran daerah.

“Jadi, kami dari Komisi IV akan mendorong nanti di rapat komisi maupun di rapat pembahasan anggaran. Saya yakin Pak Bupati akan paham dengan kondisi ini dan akan mempermudah untuk menyetujui pembangunan Puskesmas DTP Cipeundeuy,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran lebih dari Rp 8 miliar. Meski demikian, pihaknya optimistis usulan tersebut dapat diperjuangkan.

“Itu memerlukan angka di angka Rp 8 miliar lebih. Insyaallah kita akan perjuangkan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cipeundeuy, Fahmi Robi Irfansyah, menyambut baik kunjungan dan dukungan dari Komisi IV DPRD KBB terhadap rencana pengembangan layanan kesehatan di wilayahnya.

“Hari ini kami Puskesmas Cipeundeuy alhamdulillah kedatangan dari Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat. Kami tadi membicarakan terkait wacana atau rencana untuk Puskesmas Cipeundeuy menjadi puskesmas dengan rawat inap, menjadi Puskesmas DTP nanti ke depannya,” katanya.

Fahmi berharap rencana tersebut dapat direalisasikan dalam waktu dekat sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat semakin optimal.

“Insyaallah akan dilaksanakan di tahun 2026 kalau bisa atau 2027. Jadi Puskesmas Cipeundeuy ke depannya akan menjadi rawat inap,” pungkasnya.

Berita Terkait