Bandung Barat – Anggota DPRD Komisi IV Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan pengawasan berkaitan dengan serapan tenaga kerja dengan sejumlah perusahaan di wilayah Bandung Barat. Kegiatan ini dilakukan atas undangan perusahaan, dengan fokus pembahasan terkait pengelolaan tenaga kerja.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas yang diwakili, serta pihak perusahaan yang terdiri dari HRD dan manajer.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah hal menjadi perhatian, di antaranya sistem penerimaan kerja, program magang, persentase pekerja dari warga sekitar, hingga mekanisme rekrutmen tenaga kerja.
Salah satu perusahaan yang hadir PT Sipatamoda Indonesia yang bergerak di bidang tekstil, memaparkan kondisi usahanya. Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis produk seperti kerudung, baju, mukena, baju renang, jas hujan, hingga baju anak.

Disebutkan, PT Sipatamoda Indonesia sebelumnya melakukan ekspor ke Dubai. Namun, sejak terjadinya perang Iran, aktivitas impor menjadi nol persen.
Dalam hal perekrutan tenaga kerja, perusahaan menerapkan kerja sama dengan sekolah tata busana. Calon tenaga kerja akan mengikuti pelatihan terlebih dahulu sebelum akhirnya masuk ke dunia kerja. Selain itu, PT Sipatamoda menyampaikan adanya program penghargaan berupa umroh bagi karyawan berprestasi yang diberikan satu tahun sekali.

Ketua Komisi IV DPRD KBB Nur Djulaeha menilai bahwa apa yang dilakukan PT Sipatamoda adalah langkah yang baik dalam perekrutan tenaga kerja
” PT Sipatamoda Indonesia menunjukkan komitmen yang baik, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja melalui kerja sama dengan sekolah, hingga perhatian terhadap karyawan melalui program penghargaan. Meski demikian, kondisi ekspor yang terdampak situasi global menjadi catatan penting, dan perlu ada upaya bersama agar sektor industri tetap bertahan dan berkembang,” Ucapnya.

Setelah kegiatan di PT Sipatamoda, Komisi IV melanjutkan pengawasan ke Indogrosir, mereka menyampaikan data tenaga kerja yang saat ini dimiliki. Tercatat sebanyak 178 orang tenaga kerja berasal dari Desa Cipendeuy, Ngamprah, Padalarang, dan sekitarnya, serta 17 orang berasal dari Cimahi. Tenaga kerja tersebut terdiri dari posisi kasir, admin, dan pelayan.

Indogrosir juga menjelaskan adanya kerja sama pelatihan bagi sekitar 200 orang calon tenaga kerja. Perusahaan yang bergerak di bidang swalayan ini dijadwalkan akan mulai beroperasi pada 22 Mei mendatang sebagai perusahaan cabang.
Nur Djulaeha mengatakan bahwa Indogrosir mempunyai komitmen yang baik dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal.

“Dari hasil pengawasan di Indogrosir, kami melihat adanya komitmen dalam menyerap tenaga kerja lokal. Tercatat 178 tenaga kerja berasal dari wilayah sekitar seperti Cipendeuy, Ngamprah, dan Padalarang, serta 17 orang dari Cimahi, yang mengisi posisi kasir, admin, hingga pelayan. Selain itu, kami juga mengapresiasi adanya program pelatihan bagi sekitar 200 calon tenaga kerja sebagai bentuk kesiapan operasional perusahaan. Kami berharap, kehadiran Indogrosir yang akan mulai beroperasi pada 22 Mei ini dapat terus memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.” Pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Indogrosir juga mengajukan permintaan untuk dibuatkan halte guna menunjang aksesibilitas.