Bandung Barat – Kegiatan manasik haji terintegrasi tingkat kabupaten bagi jemaah haji reguler Kabupaten Bandung Barat tahun 1447 H/2026 M resmi digelar. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan jemaah sebelum menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bandung Barat H. Enjah Sugiarto, SE dalam sambutannya menyampaikan bahwa manasik haji merupakan bekal utama bagi jemaah. Pada tahun ini, bimbingan manasik dilaksanakan sebanyak lima kali, terdiri dari satu kali di tingkat kabupaten dan empat kali di tingkat kecamatan yang telah digelar pada Februari 2026.

Dalam penyelenggaraan haji tahun ini, jumlah jemaah lunas di Kabupaten Bandung Barat tercatat sebanyak 107 orang. Dari jumlah tersebut, 89 jemaah akan berangkat bersama satu pembimbing ibadah KBIHU dan dua Petugas Haji Daerah (PHD).
Dalam kesempatan tersebut, juga digelar Apresiasi Haji Muda Bandung Barat Tahun 2026 sebagai upaya mendorong generasi muda untuk mendaftar haji lebih dini. Tahun ini, jumlah penerima apresiasi meningkat menjadi 25 orang.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, H. Muhammad Mahdi, menekankan pentingnya kesiapan jemaah dalam menjalankan ibadah haji.
“Pelaksanaan ibadah haji ini sudah harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Persyaratan yang paling utama adalah kesehatan, financial, dan yang ketiga adalah tentang ilmu. Ilmu untuk melaksanakan haji itu sendiri, Insya Allah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa DPRD akan terus mendukung peningkatan pelayanan ibadah haji di Bandung Barat.
“Kami dari DPRD tentunya akan mensupport bagaimana pelaksanaan ibadah haji atau pelayanan ibadah haji dari tahun ke tahun semakin meningkat, semakin baik, itu harapannya,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar jemaah tidak hanya memahami teori dalam manasik, tetapi juga siap menghadapi praktik di lapangan.
“Yang perlu dipahami juga oleh para jamaah haji itu biasanya teori itu tidak selalu berbanding lurus dengan prakteknya. Nah, makanya kami selalu menghimbau bahwa jamaah itu harus juga bisa memahami pada saat praktek nanti. Jangan sampai begitu berbeda dengan manasik yang dia dapatkan, akhirnya yang ada adalah keluh kesah. Nah, bahaya ini kalau seperti itu,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman jemaah, sehingga dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar serta meraih haji yang mabrur.