Bosscha Ajak Warga Nonton Bareng Gerhana Matahari Total

TEMPO.CO, Bandung – Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mengajak masyarakat mengamati gerhana matahari total bersama-sama  pada 9 Maret 2016. Kegiatan itu digelar di lapangan tenis berkapasitas 400 orang yang strategis untuk melihat proses gerhana matahari secara jelas.

Koordinator kunjungan Observatorium Bosscha Evan Irawan Akbar mengatakan warga bisa langsung datang ke Observatorium Boscha tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu.
Observatorium Bosscha menyediakan 100 kaca mata matahari dan tiga teleskop  berdiameter 20 sentimeter yang bisa digunakan pengunjung untuk mengamati gerhana matahari total.

“Pengunjung harus antri untuk bisa melihatnya di teleskop, dan bergantian memakai kacamata mataharinya,” kata Evan kepada Tempo, Rabu, 17 Februari 2016.

Evan menjelaskan gerhana matahari yang terlihat di Bandung hanya parsial atau sebagian. Piringan matahari yang akan tertutup bulan, kata Evan, sebesar 88 persen. “Waktu puncak gerhananya di Bandung pukul 07.21 WIB, dimulai sekitar 06.30 dan selesai gerhana sekitar 08.30 WIB,” katanya.

Selain mengamati gerhana matahari, pengunjung Oservatorium Bosscha juga bisa menyaksikan siaran langsung gerhana matahari total di Balikpapan dan Poso. Tayangan tersebut dibuat oleh tim peneliti  Observatorium Bosscha yang berada di kedua daerah tersebut.

Evan mengatakan Observatorium Bosscha menyebar tim penelitinya ke daerah lintasan gerhana matahari total. Selain mengamati korona matahari saat gerhana, para astronom itu juga meneliti pengaruh gerhana terhadap gravitasi dengan pembuatan pendulum.

ANWAR SISWADI

berikut ilustrasi gerhana matahari 9 maret 2016

https://www.youtube.com/watch?v=f9Fi5pWPJvU

Wabup KBB: Pesantren, Menyeimbangkan Kehidupan Duniawi dengan Ukhrawi

1-2_2

Wakil Bupati Bandung Barat Drs. H. Yayat T. Soemitra menghadiri peresmian Pondok Pesantren Al-Barkah Wal Khoirul Daarul Khodir As-Salyan di Kampung Cibeunying, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (6/3/2016). Wabup berpendapat bahwa pesantren merupakan tempat yang sangat strategis untuk mempelajari agama sebagai penyeimbang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga Indonesia menuju negara yang lurus sebagai baldatun thayibatun warabbun ghafur.

Hadir dalam kesempatan itu Kepala Biro Pelayanan Sosial Pemprov Jabar, H. Dadi Iskandar; Pimpinan Ponpes Al-Khoirat Bekasi Habib Naqib; Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoirat Bekasi, Habib Vad’aq; Pimpinan Ponpes Al Barkah Wal Khoirul Daarul Khodir As Salyan, Ust. H. Ibrahim Ahmad Ruang, L.C.;  Pimpinan Ponpes Ad-Dahlaniyah Soreang, Ust. Salimul Apip; Unsur Muspika (Camat Cisarua, Danramil Cisarua, dan Kapolsek Cisarua), serta tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Wakil Bupati mengutip Alquran Surat At-Taubah ayat (122) yang berbunyi, “Tidak sepatutnya bagi kaum mukmin itu pergi semuanya. Mengapa tidak disisakan sebagian dari mereka untuk memperdalam agama, sehingga memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga diri”.

Melaksanakan ayat ini secara aktual, Yayat Soemitra mengatakan, dalam mengelola masyarakat, pemimpin hendaknya menerjunkan masyarakat ke dalam berbagai macam kehidupan. Sebagian menangani masalah ilmu pengetahuan, sebagian mengurus teknologi, sebagian mengurus pembangunan, sebagian mengurus ekonomi, dan sebagainya. Namun mereka tidak boleh melupakan untuk menerjunkan sebagian dari mereka SDM yang memperdalam agama.

“Pondok pesantren merupakan tempat yang paling cocok untuk mempelajari agama itu. Itulah sebabnya, pondok pesantren akan selalu aktual dan relevan keberadaannya dalam keadaan apa pun. Ini merupakan upaya kita menyeimbangkan antara kehidupan duniawi dengan ukhrawi,” kata Yayat Soemitra. (WA/Aria/Newsroom Bandung Barat)

Ketua DPRD KBB Keukeuh Minta Bupati Segera Mengganti Sejumlah Kepala Dinas

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Aa Umbara menilai, Pemda KBB harus segera mengganti sejumlah kepala dinas. Pasalnya, buruknya kinerja sejumlah dinas menjadi penyebab Pemda KBB kembali mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Ini masalah mental dan kinerja saja. Jika opini WDP itu persoalan asset, kenapa sudah tiga tahun tetap seperti ini? Saat sidang paripurna saja ngobrol, apalagi di kantor yang tidak terpantau oleh dewan. Saya belum bisa sebutkan dinasnya, karena tim di dewan sedang melakukan kajian,” Papar Aa saat ditemui di Gedung Pemda KBB, Ngamprah, Rabu (3/6/2015).

Jika tahun ini tidak ada perbaikan di jajaran eksekutif, lanjutnya, dewan pesimis tahun depan KBB mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

“Yang perlu diperbaiki itu prilaku dan mentalitas, kadang yang kerja, tapi ada juga yang hanya main-main. Komitmennya, kita saling meningkatkan kinerja baik di legislatif mau eksekutif, kita kerja bareng,” paparnya.

Aa menilai predikat WTP bukan hanya persoalan gengsi dan lebel. Menurutnya, WTP merupakan bukti bahwa sistem administrasi di KBB sudah sempurna tanpa pengecualian.

“Idealnya kita sudah dapat WTP. Tapi ini juga ada keterkaitan dengan Pemda Kabupaten Bandung tentang penyerahan aset. Beberapa kali kita lakukan pertemuan ke induk tapi tidak ada hasilnya, padahal seharusnya Pemda yang menyerahkan ke kita. Kalau induk mendapat WTP ya kita akan protes,” paparnya

Dendi Ramdani

Daftar Anggota DPRD Kab. Bandung Barat

BandungAktual.com — Anggota DPRD Kab. Bandung Barat (KBB) hasil Pemilu Legislatif 9 April 2014 didominasi wajah baru. Sebanyak 60 persen caleg baru lolos menjadi anggota DPRD KBB.

Daftar caleg yang lolos ini ditetapkan KPU KBB dalam rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi dan calon terpilih pemilu DPRD KBB 2014 di Kantor KPU KBB Senin (12/4/2014). PDIP meraih suara terbanyak dengan 12 kursi.

Daftar Anggota DPRD Bandung Barat Hasil Pemilu 2004

Dapil KBB 1 (Padalarang, Ngamprah, Saguling)
  1. Didin Rachmat (Partai Nasdem)
  2. Euis Rosdinar (PKB)
  3. Didik Agus (PKS)
  4. Sumarna Suryaningrat (PDI P),
  5. Deni Setiawan PDI P),
  6. Deden Suhendar (PDIP)
  7. Sunarya Erawan (Golkar),
  8. Maryono (Gerindra),
  9. Koswara Suzaenal (Demokrat),
  10. K Wahyu (PAN),
  11. Muhamad Dartiwa (PPP),
  12. Eber NH Simbolon (Hanura).
Dapil KBB 2 (Cililin, Batujajar, Cihampelas)
  1. Akhmad Kosasih (PKB),
  2. Aep Nurdin (PKS),
  3. Taopikurohman (PDI P),
  4. Yahya Subrata (Golkar),
  5. U. Suryana (Golkar),
  6. Tatang Gunawan (Gerindra),
  7. Iwan Setiawan (Demokrat),
  8. Dona Ahmad Muharam (PAN),
  9. Ade Roni (PPP),
  10. Teddy Heryadi (Hanura).
Dapil 3 (Sindangkerta, Cipongkor, Gununghalu, Rongga)
  1. Ipong Sumpen (Nasdem),
  2. Alit Munawar (PKB),
  3. Bagja Setiawan (PKS),
  4. Yayat Sudyat (PDI P),
  5. Lilis Nurhayati (PDI P),
  6. Dadan Supardan (Golkar),
  7. Deden Kusuma Wijaya (Gerindra),
  8. Asep Ihsan Rosyadi (PPP),
  9. Saprudin Hidayat (PAN).
Dapil 4 (Cipatat, Cipeundeuy, Cikalongwetan)
  1. Jejen Jaenal Aripin (PDI P),
  2. Iwan Ridwan (PDI P),
  3. Ahmad Dahlan (PDI P),
  4. Cecep Sudrajat (Golkar),
  5. Sundaya (Gerindra),
  6. Cecep Lukman Nurhakim (Demokrat),
  7. Asep Bayu Rohendi (PAN),
  8. Sultan (PPP), Mohamad Rizwan (PKPI).
Dapil 5 (Cisarua, Parongpong, Lembang)
  1. Ade Wawan (PKB),
  2. Rismanto (PKS),
  3. Aa Umbara Sutisna (PDIP),
  4. Ida Widaningsih (PDI P),
  5. Rahmat Mulyana (PDI P),
  6. Ayi Sudrajat (Golkar),
  7. Hanes Lise (Gerindra),
  8. Pither Tjuandys (Demokrat),
  9. Inen Sutisna (PPP),
  10. Wawan Setiawan (Hanura).

Kabupaten Bandung Barat (KBB) adalah kabupaten baru di Provinsi Jawa Barat, Indonesia, hasil pemekaran Kabupaten Bandung. KBB ini berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang di sebelah barat dan utara, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi di sebelah timur, Kota Bandung di sebelah selatan, dan Kabupaten Cianjur di sebelah barat dan timur.  Jumlah penduduk Kabupaten Bandung Barat sekitar 1.400.000 jiwa. (PRLM/PR/Wikipedia).*