Month: November 2016

Politisi Sampai Istri Bupati Siap Maju di Pilkada Bandung Barat 2018

Meski tahapan dan waktu pelaksanannya masih menunggu kurang lebih dua tahun lagi, namun hingar bingar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tahun 2018 mulai terasa. Nama-nama bakal calon bupati mulai bermunculan dan adu strategi dalam menarik simpati masyarakat.

Pihak yang merasa layak untuk dipilih dan memimpin Bandung Barat muncul dari kalangan tokoh masyarakat, politisi, pengusaha sampai birokrat. Sejauh ini mereka sudah berupaya menarik simpati baik secara terang-terangan dengan memasang baligo, spanduk, maupun dengan cara blusukan bertemu langsung dengan masyarakat.

Di antara banyak bakal calon bupati Bandung Barat yang disebut-sebut, nama yang paling muncul di muka publik antara Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra, Ketua DPRD Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, Istri Bupati Bandung Barat Elin Suharliah Abubakar, mantan Wakil Bupati Bandung Barat Ernawan Natasaputra, mantan PjsBupati Bandung Barat Tjatja Kuswara, dan Wakil Ketua DPRD Bandung Barat Sunarya Erawan.

Masih banyak bakal calon yang diprediksi keluar dari latar belakang berbeda dengan maksud sama, yakni menjadikan Bandung Barat lebih baik. Permasalahan di kabupaten yang memiliki semboyan wibawa mukti kerta raharja ini memang tidak sedikit. Khususnya masalah pembangunan infrastruktur maupun suprastruktur yang belum maksimal. Sekelumit permasalahan ini merupakan penyumbang raport merah Bandung Barat sebagai kabupaten berpredikat buruk.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPC PDIP Bandung Barat Yayat T Soemitra menilai, di internal PDIP belum membahas persiapan Pilkada Kabupaten Bandung Barat. Tahun ini, partai berlambang banteng moncong putih dalam lingkaran ini masih fokus mengahadapi Pilkada serentak tahun 2016.

“Pilkada Kabupaten Bandung Barat akan dilaksanakan Juni 2018 bersamaan dengan 14 kabupaten kota lainnya, serta satu pemilihan gubernur. Waktunya sekitar dua tahun lagi, sehingga efektifnya persiapan baru dilaksanakan awal tahun 2017,” kata Yayat T Soemitra di Ngamprah, Kamis (3/3/2016).

Wakil Bupati Bandung Barat termasuk yang diisukan siap maju pada Pilkada Bandung Barat tahun 2018 ini, menilai PDIP merupakan partai terbuka yang menampung bakal calon bupati di luar kader partai.

“Bagi warga yang berniat maju sebagai bakal calon bupati bisa mendaftarkan diri melalui anak ranting desa, PAC kecamatan, DPC kabupaten, DPD provinsi, sampai DPP,” terang Yayat.

Meski Pilkada masih dua tahun lagi, Yayat mengakui komunikasi dengan partai lain sudah berjalan. Walau hanya pembicaraan non formal, tapi sudah mulai mengarah kepembahasan yang lebih serius.

“Di tingkat pusat akan dilaksanakan musyawarah untuk menentukan calon yang akan maju pada Pilkada. Di PDIP tidak mengenal istilah voting, tapi dipilih melalui musyawarah,” ujarnya.(gmn/dzi)