Yayat T Soemitra: Ajarilah Anak Naik Kuda

yayat

Wakil Bupati Bandung Barat Drs. H. Yayat T Soemitra mengemukakan, anak sebaiknya mendapatkan pendidikan agama dengan baik. Dengan belajar agama, diharapkan anak menjadi pribadi yang masagi, sehat secara moral dan sehat secara jasmani. Bahkan agama memerintahkan orang tua mengajarkan anaknya untuk naik kuda, memanah, dan berenang.

“Agama memang luar biasa, sampai mengajarkan agar orang tua mengajari anak naik kuda. Dan Eco Pesantren Daarut Tauhid mengajarkan naik kuda dan memanah. Saya sangat mengagumi,” kata Yayat Soemitra saat membuka Bimbingan Teknik Kepemimpinan dan Kewirausahaan bagi Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Bandung Barat di Eco Pesantren Daarut Tauhid Parongpong, Kamis (17/3/2016).

Hadir sebagai pengisi materi K.H. Abdullah Gymnastiar dan Ketua Penggerak PKK Kabupaten Bandung Barat Hj. Elin Abubakar, dan Ketua Himpaudi Kabupaten Bandung Barat Rinrin Noorfaidah. Bintek Kepemimpinan dan Kewirausahaan diikuti sekitar 1.000 orang guru PAUD se-Bandung Barat. Setelah selesai acara pembukaan, Wakil Bupati sempat belajar menaiki kuda dari Aa Gym.

Menurut Aa Gym, kuda merupakan binatang yang sangat penuh pengertian dan tahu berterima kasih. Itulah sebabnya, sebelum naik kuda,  penumpang sebaiknya mengelus dan membelai kepalanya sebagai ekspresi sayang. Setelah kuda berjalan dengan baik, penumpang juga sebaiknya menepuk punggung dengan lembut sebagai pernyataan bahwa kuda tersebut telah bekerja dengan baik.

“Jika diperlakukan dengan baik, maka kuda siap mengantar penumpangnya ke mana pun dibutuhkan. Kuda akan belok ke kiri atau ke kanan terserah penumpang yang telah bersikap baik itu,” ujar Aa Gym.

Yayat Soemitra meyakini kebenaran hadis tentang sunahnya naik kuda, memanah, dan berenang itu. Meski demikian, jika seseorang tidak memiliki kuda, apalagi zaman sekarang jumlah kuda semakin berkurang, masyarakat dapat memaknai naik kuda dengan belajar menyerit kendaraan. Sebab, zaman dahulu, kuda merupakan kendaraan, baik untuk bepergian maupun saat berperang.

“Dalam zaman seperti sekarang, mungkin kita bisa memaknai, keterampilan menyetir mobil, naik motor, atau mengemudikan kendaraan tertentu hukumnya sunah. Dengan memiliki keterampilan menyetir, memungkinkan masyarakat melakukan mobilitas sehingga hidup menjadi semakin produktif. Yang pasti, di balik ajaran agama selalu ada hikmah yang bermanfaat bagi manusia,” ujar Yayat Soemitra. (WA/Sukma/Arya/Newsroom Bandung Barat)

Tanggulangi Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak dari Tingkat Terbawah

Bupati Bandung Barat Drs. H. Abubakar, M.Si. menginginkan agar kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerahnya terus berkurang, bahkan hilang sama sekali. Nilai luhur bangsa seperti saling asah, saling asih, dan saling asuh sesungguhnya merupakan warisan leluhur bangsa yang mendorong masyarakat untuk saling menyayangi, bukan saling mengeksploitasi.

“Semua pihak harus bekerja sama agar tindak kekerasan ini dapat ditanggulangi, mulai tingkat RT, RW, desa, camat, hingga tingkat kabupaten. Sebaiknya kita menebarkan kasih sayang untuk mengatasi problem ini,” kata Bupati saat meresmikan Fasilitas Pengembangan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2T2A) Kabupaten Bandung Barat, di Gedung B Pusat Perkantoran Kabupaten Bandung Barat Jln. Padalarang-Cisarua Km2 Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat, Senin (14/3/2016).

Hadir dalam kesempatan itu Kepala Badan Pemerdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Drs. H. Asep ilyas, M.Si.; Ketua Tim Pembina PKK Provinsi Jawa Barat, Dr. Hj. Netty Prasetyani; para ibu-ibu PKK Kabupaten Bandung Barat; para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD); dan para camat se-Kabupaten Bandung Barat.

Menurut Bupati, fenomena meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak disebabkan oleh semakin meningkatnya paham materialisme yang mengukur segala sesuatu dari materi. Kecintaan terhadap hal yang bersifat duniawi menabrak semua hal, termasuk mengorbankan wanita dan anak-anak demi meraih keinginan yang diinginkan.

Kembali kepada nilai luhur bangsa, minimal dapat mengurangi tingkat kekerasan ini bahkan dapat menghilangkan sama sekali. Di samping itu, mengembangkan nilai agama juga dapat mereduksi berbagai kasus kekerasan. Sebab, nilai agama mendorong tingkat disiplin masyarakat hingga mereka berhati-hati dalam bertindak.

Bupati KBB mengakui, kekerasan terhadap perempuan masih sering terjadi dalam bentuk yang cukup bervariasi. Kekerasan terhadap perempuan ini tidak lagi memandang korban dari satu dimensi, namun banyak dimenasi, seperti usia, jenis kelamin, status sosial, dan sebagainya. Tapi, tindak kekerasan masih menempatkan perempuan sebagai objek korban.(WA/Sukma/Newsroom Kabupaten Bandung Barat)

KEBAKARAN PASAR TAGOG PADALARANG

IMG_8270-compressed

PADALARANG – Siaga Piket terus kami jalankan 2 X 24 Jam dan banyak sekali aktifitas para personil kerjakan ketika siang hari antara lain ikut serta dalam latihan untuk memperingati hut damkar tingkat jawa barat akan tetapi tugas utama kami untuk siaga piket selalu rutin kami kerjakan.

Telepon kantor berbunyi yang mengindikasikan menurut informasi Telah terjadi kebakaran pada hari Kamis tanggal 10 Maret 2016 sekitar pukul 23.20 WIB yang berlokasi di Pasar Tagog Padalarang dengan Luas Areal Kebakaran kurang lebih 380 M persegi yang berupa kios kios atau lapak para pedangang kecil dengan kerugian belum bisa ditaksir sedangkan penyebab kebakarannya masih dalam penyelidikan petugas kepolisian. Dalam Jangkauan respon time 5 menit saja kami UPT Pemadam Kebakaran telah meluncurkan 5 unit armada pemadam kebakaran Kab. Bandung Barat, dengan dibantu oleh pemadam kebakaran Kab. Bandung, Kota Cimahi Dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung.

Para kesatria biru terus berjibaku memadamkan si jago merah dengan kegigihan mereka alhamdulilah si jago merahpun bisa kami di jinakan pada pukul 01.15 WIB dengan pendinginan berkisar sampai dengan pukul 01.45 WIB. maka kami gajah merah satria biru UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten bandung Barat langsung kembali ke Markas Komando Di Kota baru Parahyangan.

CAMAT LEMBANG OPTIMIS PELAKSANAAN PIN POLIO DI KECAMATAN LEMBANG BISA SUKSES

PIN POLIO

Camat Lembang dan Ibu sedang memberikan PIN Polio secara simbolis Selasa, 8/03/2016

Sebanyak 15.617 balita di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menjadi sasaran pekan imunisasi nasional (pin) yang sudah mulai dilaksanakan serentak mulai dari tanggal 8 hingga 15 maret 2016 yang tersebar di 224 Pos PIN.

Pelaksanaan pencanangan PIN tingkat Kabupaten yang dibuka oleh Bapak Bupati Bandung Barat  melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan tingkat Kabupaten dan Kecamatan, Instansi Vertikal, SKPD dan Para Kepala Desa serta dihadiri juga oleh Ketua TP PKK Kabupaten, Kecamatan dan Desa berikut para Kadernya.

“Para Kades  kemudian secara estafet mencanangkan dan mensosialisasikan kembali di masing-masing Desa kepada kader dan diteruskan kembali kepada warganya,” ujar Camat Lembang Endang Hadiat.

Menurut Camat Lembang “pencanangan pin yang pelaksanaan programnya dikhususkan bagi balita umur 0-59 bulan, kesuksesannya bukan hanya menjadi tanggung jawab Camat dan Kades, tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk MUI, PKK, Kader Posyandu, Tokoh Masyarakat, dan semua potensi pemuda yang ada di Kecamatan Lembang”.

“Kami mengajak semua pihak yang ada di Kecamatan Lembang ini untuk menyamakan visi, persepsi demi pencapaian pin sesuai target sasaran”.

Camat Lembang optimis pelaksanaan PIN di Kecamatan Lembang bakal  sukses hingga mencapai target sasaran, tentu ini adalah berkat tekad, semangat dan upaya kebersamaan serta tanggung jawab semua pihak.

“Keberhasilan PIN di Kecamatan Lembang sudah dapat dirasakan sekarang.  Sebab, saat ini semua pihak turut membantu suksesnya pelaksanaan PIN,” ungkap Camat Lembang.

Yayat Soemitra: Tak Ada Kaitan antara Gerhana dengan Perubahan Politik

10_0

Wakil Bupati Bandung Barat Drs. H. Yayat T. Soemitra menyatakan, Gerhana Matahari Total (GMT) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dan Gerhana Matahari Parsial seperti terjadi di Pulau Jawa, termasuk di Bandung dan sekitarnya, tidak ada kaitannya dengan berbagai perubahan politik yang mungkin yang terjadi di Indonesia. Sebab, politik memiliki pakemnya sendiri, sedangkan gerhana merupakan fenomena alam dan dapat diteliti secara ilmiah.

“Kita kembalikan saja persoalan gerhana kepada agama. Karena kita tidak bisa mengetehui kehendak Allah, maka kita sebaiknya bershalat dan berdoa agar setiap peristiwa yang terjadi mendapatkan berkah dari-Nya,” kata Yayat Soemitra usai mengikuti Shalat Kusuf  di Masjid Ar-Ridwan, Jln. Raya Gadobangkong, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (9/3/2016) pagi. Bertindak sebagai imam dan khatib, K.H. Yusuf Solihin.

Wakil Bupati Bandung Barat lebih mempercayai terhadap hadis Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim yang menyatakan, “Sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda Allah. Tidaklah terjadi gerhana Matahari dan Bulan karena kematian seseorang atau karena hidup (lahirnya) seseorang. Apabila kalian melihat (gerhana) Matahari dan Bulan, maka berdoalah kepada Allah dan shalatlah hingga tersingkap kembali.”

Hadis tersebut menunjukkan bahwa, gerhana Matahari atau Bulan bukanlah kila-kila akan terjadinya peristiwa ini dan itu. Juga bukan pula akibat kematian seseorang atau kelahiran seseorang. Gerhana mutlak menunjukkan Kemahabesaran Allah. Itulah sebabnya, sikap yang terbaik adalah pasrah kepada Zat Yang Maha Pencipta.

Sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad saw., yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, gerhana justru harus menjadi momentum umat manusia lebih beramal saleh. Kata Rasulullah, saat terjadi gerhana, umat Islam hendaknya melaksanakan tujuh hal. Yaitu hendaknya melakukan shalat gerhana, berdoa, istighfar, takbir, zikir, bersedekah dan memerdekakan budak. (WA/Aryawan/Newroom Kabupaten Bandung Barat)

Bosscha Ajak Warga Nonton Bareng Gerhana Matahari Total

TEMPO.CO, Bandung – Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mengajak masyarakat mengamati gerhana matahari total bersama-sama  pada 9 Maret 2016. Kegiatan itu digelar di lapangan tenis berkapasitas 400 orang yang strategis untuk melihat proses gerhana matahari secara jelas.

Koordinator kunjungan Observatorium Bosscha Evan Irawan Akbar mengatakan warga bisa langsung datang ke Observatorium Boscha tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu.
Observatorium Bosscha menyediakan 100 kaca mata matahari dan tiga teleskop  berdiameter 20 sentimeter yang bisa digunakan pengunjung untuk mengamati gerhana matahari total.

“Pengunjung harus antri untuk bisa melihatnya di teleskop, dan bergantian memakai kacamata mataharinya,” kata Evan kepada Tempo, Rabu, 17 Februari 2016.

Evan menjelaskan gerhana matahari yang terlihat di Bandung hanya parsial atau sebagian. Piringan matahari yang akan tertutup bulan, kata Evan, sebesar 88 persen. “Waktu puncak gerhananya di Bandung pukul 07.21 WIB, dimulai sekitar 06.30 dan selesai gerhana sekitar 08.30 WIB,” katanya.

Selain mengamati gerhana matahari, pengunjung Oservatorium Bosscha juga bisa menyaksikan siaran langsung gerhana matahari total di Balikpapan dan Poso. Tayangan tersebut dibuat oleh tim peneliti  Observatorium Bosscha yang berada di kedua daerah tersebut.

Evan mengatakan Observatorium Bosscha menyebar tim penelitinya ke daerah lintasan gerhana matahari total. Selain mengamati korona matahari saat gerhana, para astronom itu juga meneliti pengaruh gerhana terhadap gravitasi dengan pembuatan pendulum.

ANWAR SISWADI

berikut ilustrasi gerhana matahari 9 maret 2016

Wabup KBB: Pesantren, Menyeimbangkan Kehidupan Duniawi dengan Ukhrawi

1-2_2

Wakil Bupati Bandung Barat Drs. H. Yayat T. Soemitra menghadiri peresmian Pondok Pesantren Al-Barkah Wal Khoirul Daarul Khodir As-Salyan di Kampung Cibeunying, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (6/3/2016). Wabup berpendapat bahwa pesantren merupakan tempat yang sangat strategis untuk mempelajari agama sebagai penyeimbang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga Indonesia menuju negara yang lurus sebagai baldatun thayibatun warabbun ghafur.

Hadir dalam kesempatan itu Kepala Biro Pelayanan Sosial Pemprov Jabar, H. Dadi Iskandar; Pimpinan Ponpes Al-Khoirat Bekasi Habib Naqib; Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoirat Bekasi, Habib Vad’aq; Pimpinan Ponpes Al Barkah Wal Khoirul Daarul Khodir As Salyan, Ust. H. Ibrahim Ahmad Ruang, L.C.;  Pimpinan Ponpes Ad-Dahlaniyah Soreang, Ust. Salimul Apip; Unsur Muspika (Camat Cisarua, Danramil Cisarua, dan Kapolsek Cisarua), serta tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Wakil Bupati mengutip Alquran Surat At-Taubah ayat (122) yang berbunyi, “Tidak sepatutnya bagi kaum mukmin itu pergi semuanya. Mengapa tidak disisakan sebagian dari mereka untuk memperdalam agama, sehingga memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga diri”.

Melaksanakan ayat ini secara aktual, Yayat Soemitra mengatakan, dalam mengelola masyarakat, pemimpin hendaknya menerjunkan masyarakat ke dalam berbagai macam kehidupan. Sebagian menangani masalah ilmu pengetahuan, sebagian mengurus teknologi, sebagian mengurus pembangunan, sebagian mengurus ekonomi, dan sebagainya. Namun mereka tidak boleh melupakan untuk menerjunkan sebagian dari mereka SDM yang memperdalam agama.

“Pondok pesantren merupakan tempat yang paling cocok untuk mempelajari agama itu. Itulah sebabnya, pondok pesantren akan selalu aktual dan relevan keberadaannya dalam keadaan apa pun. Ini merupakan upaya kita menyeimbangkan antara kehidupan duniawi dengan ukhrawi,” kata Yayat Soemitra. (WA/Aria/Newsroom Bandung Barat)

Ketua DPRD KBB Keukeuh Minta Bupati Segera Mengganti Sejumlah Kepala Dinas

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Aa Umbara menilai, Pemda KBB harus segera mengganti sejumlah kepala dinas. Pasalnya, buruknya kinerja sejumlah dinas menjadi penyebab Pemda KBB kembali mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Ini masalah mental dan kinerja saja. Jika opini WDP itu persoalan asset, kenapa sudah tiga tahun tetap seperti ini? Saat sidang paripurna saja ngobrol, apalagi di kantor yang tidak terpantau oleh dewan. Saya belum bisa sebutkan dinasnya, karena tim di dewan sedang melakukan kajian,” Papar Aa saat ditemui di Gedung Pemda KBB, Ngamprah, Rabu (3/6/2015).

Jika tahun ini tidak ada perbaikan di jajaran eksekutif, lanjutnya, dewan pesimis tahun depan KBB mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

“Yang perlu diperbaiki itu prilaku dan mentalitas, kadang yang kerja, tapi ada juga yang hanya main-main. Komitmennya, kita saling meningkatkan kinerja baik di legislatif mau eksekutif, kita kerja bareng,” paparnya.

Aa menilai predikat WTP bukan hanya persoalan gengsi dan lebel. Menurutnya, WTP merupakan bukti bahwa sistem administrasi di KBB sudah sempurna tanpa pengecualian.

“Idealnya kita sudah dapat WTP. Tapi ini juga ada keterkaitan dengan Pemda Kabupaten Bandung tentang penyerahan aset. Beberapa kali kita lakukan pertemuan ke induk tapi tidak ada hasilnya, padahal seharusnya Pemda yang menyerahkan ke kita. Kalau induk mendapat WTP ya kita akan protes,” paparnya

Dendi Ramdani

Daftar Anggota DPRD Kab. Bandung Barat

BandungAktual.com — Anggota DPRD Kab. Bandung Barat (KBB) hasil Pemilu Legislatif 9 April 2014 didominasi wajah baru. Sebanyak 60 persen caleg baru lolos menjadi anggota DPRD KBB.

Daftar caleg yang lolos ini ditetapkan KPU KBB dalam rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi dan calon terpilih pemilu DPRD KBB 2014 di Kantor KPU KBB Senin (12/4/2014). PDIP meraih suara terbanyak dengan 12 kursi.

Daftar Anggota DPRD Bandung Barat Hasil Pemilu 2004

Dapil KBB 1 (Padalarang, Ngamprah, Saguling)
  1. Didin Rachmat (Partai Nasdem)
  2. Euis Rosdinar (PKB)
  3. Didik Agus (PKS)
  4. Sumarna Suryaningrat (PDI P),
  5. Deni Setiawan PDI P),
  6. Deden Suhendar (PDIP)
  7. Sunarya Erawan (Golkar),
  8. Maryono (Gerindra),
  9. Koswara Suzaenal (Demokrat),
  10. K Wahyu (PAN),
  11. Muhamad Dartiwa (PPP),
  12. Eber NH Simbolon (Hanura).
Dapil KBB 2 (Cililin, Batujajar, Cihampelas)
  1. Akhmad Kosasih (PKB),
  2. Aep Nurdin (PKS),
  3. Taopikurohman (PDI P),
  4. Yahya Subrata (Golkar),
  5. U. Suryana (Golkar),
  6. Tatang Gunawan (Gerindra),
  7. Iwan Setiawan (Demokrat),
  8. Dona Ahmad Muharam (PAN),
  9. Ade Roni (PPP),
  10. Teddy Heryadi (Hanura).
Dapil 3 (Sindangkerta, Cipongkor, Gununghalu, Rongga)
  1. Ipong Sumpen (Nasdem),
  2. Alit Munawar (PKB),
  3. Bagja Setiawan (PKS),
  4. Yayat Sudyat (PDI P),
  5. Lilis Nurhayati (PDI P),
  6. Dadan Supardan (Golkar),
  7. Deden Kusuma Wijaya (Gerindra),
  8. Asep Ihsan Rosyadi (PPP),
  9. Saprudin Hidayat (PAN).
Dapil 4 (Cipatat, Cipeundeuy, Cikalongwetan)
  1. Jejen Jaenal Aripin (PDI P),
  2. Iwan Ridwan (PDI P),
  3. Ahmad Dahlan (PDI P),
  4. Cecep Sudrajat (Golkar),
  5. Sundaya (Gerindra),
  6. Cecep Lukman Nurhakim (Demokrat),
  7. Asep Bayu Rohendi (PAN),
  8. Sultan (PPP), Mohamad Rizwan (PKPI).
Dapil 5 (Cisarua, Parongpong, Lembang)
  1. Ade Wawan (PKB),
  2. Rismanto (PKS),
  3. Aa Umbara Sutisna (PDIP),
  4. Ida Widaningsih (PDI P),
  5. Rahmat Mulyana (PDI P),
  6. Ayi Sudrajat (Golkar),
  7. Hanes Lise (Gerindra),
  8. Pither Tjuandys (Demokrat),
  9. Inen Sutisna (PPP),
  10. Wawan Setiawan (Hanura).

Kabupaten Bandung Barat (KBB) adalah kabupaten baru di Provinsi Jawa Barat, Indonesia, hasil pemekaran Kabupaten Bandung. KBB ini berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang di sebelah barat dan utara, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi di sebelah timur, Kota Bandung di sebelah selatan, dan Kabupaten Cianjur di sebelah barat dan timur.  Jumlah penduduk Kabupaten Bandung Barat sekitar 1.400.000 jiwa. (PRLM/PR/Wikipedia).*